Menu
Komunitas

Komunitas

Mengubah Karma Menjadi Misi Meraih Impian

TEKAD MENGEJAR IMPIAN

Saya sangat berejeki terlahir di tengah-tengah keluarga yang telah memeluk Buddhisme Nichiren Daishonin sejak lama. Sejak kecil saya sudah melaksanakan kepercayaan ini dan mengikuti kegiatan di susunan. Waktu kecil dalam menghadapi ujian di sekolah, saya tidak pernah lupa berdaimoku sebelum memulai belajar dan sebelum memulai mengisi kertas ujian.

Dengan daimoku, saya pun bisa memenangkan banyak perlombaan antar sekolah dengan gemilang. Kedua orangtua saya mencintai seni, dan saya pun memiliki gairah di bidang seni sejak masa SMA, yang akhirnya menuntun saya untuk mengejar impian menjadi seorang perancang busana. 

Dengan kepercayaan ini, saya bisa mengeluarkan kekuatan dan kewelasasihan dalam  hidup, dan tentu saja membuat saya bisa merevolusi diri menjadi pribadi yang lebih peka dan peduli terhadap orang-orang di sekitar saya.

Saya teringat bimbingan seorang pemimpin Soka Gakkai yang mengatakan “Walaupun kita hidup di dalam kekacauan dunia dan menghadapi tantangan kehidupan sehari-hari, kita bisa menjadi seperti bunga teratai yang tumbuh menjulang dengan indah di tengah air kolam yang keruh.”

Titik tolak karir saya adalah ketika saya menjadi juara utama dalam sebuah kompetisi mode internasional di Paris, Perancis pada tahun 2000. Lomba ini merupakan kejuaraan dunia bergengsi yang diikuti oleh peserta dari 10 negara.

Setiap negara mengirimkan masing-masing finalis yang sebelumnya telah diseleksi terlebih dahulu dari ratusan sketsa melalui lomba yang telah diselenggarakan di negara masing-masing. Ini seperti sebuah ajang olimpiade mode dunia. 

Dalam menghadapi persiapan menjelang perlombaan tingkat nasional saya sempat putus asa karena dengan ide rancangan yang ambisius, sehingga sangat sulit untuk mewujudkan sketsa rancangan saya.

Selama proses ini saya selalu memulai usaha dan pekerjaan saya dengan menyebut daimoku di depan Gohonzon. Dengan tekad, perjuangan keras, dan juga bimbingan dari Mama, saya pun menambah daimoku saya pada tengah malam selama satu bulan penuh. Mama pun mengirimkan daimoku untuk keberhasilan saya. 

Selama satu bulan saya terus berdoa tetapi masih belum mendapatkan hasil yang maksimal. Namun saya tidak menyerah dan terus berdoa sampai hari terakhir. Dengan gaibnya saya bisa bertemu jodoh baik yang membantu saya mewujudkan konsep rancangan saya. Kami akhirnya berhasil mengerjakan dan menyelesaikannya dalam waktu sehari semalam untuk mengikuti seleksi semifinal di Jakarta. 

Dari ratusan desain yang diseleksi ketat, 20 semifinalis terpilih untuk dipamerkan dalam sebuah peragaan busana, dan kemudian disaring lagi menjadi 10 finalis yang akan mewakili Indonesia.

Saya termasuk salah satu finalis yang terpilih dalam ajang kompetisi tingkat nasional tersebut. Ajang kompetisi kemudian berlanjut di Paris pada musim dingin bulan Desember 2000, 10 finalis dari 10 negara berkompetisi sangat ketat di depan dewan juri internasional yang profesional di bidang mode.

Tanpa saya bayangkan sebelumnya, saya berhasil mengukir sejarah mengharumkan nama Indonesia dengan menjadi Juara Utama dari ajang Olimpiade Mode Dunia ini setelah menyisihkan 99 finalis lainnya. Saya adalah orang Indonesia pertama yang berhasil memenangkan kompetisi ini.

Saya yakin hal ini berkat usaha keras dan juga karunia dari kepercayaan ini. Setelah kemenangan tersebut saya pun memenangkan banyak kompetisi lainnya yang berkontribusi bagi kemajuan karir saya.

MAMA YANG MENJADI SUMBER INSPIRASI 

Dalam hidup tentu saja kita pasti mengalami berbagai tantangan kehidupan. Suatu hari Mama mengalami gejala diare dengan diagnosa usus buntu, dan ternyata setelah pemeriksaan secara medis diketahui bahwa beliau terkena kanker usus besar. Melalui perjuangan hati kepercayaan Mama, saya bisa melihat bukti nyata dari Buddhisme ini. Kami bisa bertemu dengan orang-orang yang tepat untuk menangani penyakit Mama.

Dalam melawan penderitaan sakitnya, beliau tidak pernah berhenti berdaimoku setiap harinya yang membuat kami pun sekeluarga bisa bersatu. Mama mengubah semua keadaan dengan doa dan semangatnya. Saya selalu mengingat sosok Mama sebagai orang yang selalu berdoa di semua saat terpenting dalam kehidupan keluarga kami. Dengan tekadnya yang sangat kuat, jodoh baik dan karunia nyata terwujud dalam kesembuhan Mama di tahun yang sama. 

Saya pernah membaca bimbingan dari Ikeda sensei bahwa :

“Tidak ada yang bisa menandingi kekuatan dari mereka yang hidupnya telah dibentuk dan ditempa dengan mengatasi dan menantang kesulitan. Orang-orang demikian tidak takut pada apapun. Tujuan pelaksanaan Buddhisme kita adalah mengembangkan kekuatan dan kegigihan demikian. Menempa inti yang terkalahkan seperti ini merupakan kemenangan itu sendiri, juga merupakan karunia terbesar. Mereka yang berhasil dalam usaha ini pasti akan menikmati kebahagiaan yang tak tertandingi”

Perjuangan Mama telah menginspirasi kehidupan saya. Dalam perjalanan karir saya sebagai desainer mode di usia yang masih sangat muda, saya pun bisa mencapai kesuksesan yang luar biasa sepanjang hidup saya.  

Dalam waktu singkat, saya berhasil mencapai posisi yang sejajar dengan para senior di dunia mode. Saya merasa sangatlah berejeki bisa meraih impian secara cepat.

Kehidupan Saya Adalah Cerminan Jiwa Saya

Seiring berjalannya waktu, saya bisa menikmati berbagai kemudahan dari kesuksesan yang didapatkan dengan begitu cepat. Banyak keuntungan yang saya dapatkan, baik dari segi finansial ataupun aspek lainnya. Dengan cepat pula saya terbuai dalam arus pergaulan semu yang membuat saya menjadi hilang fokus dari tujuan hidup saya. Kepekaan saya perlahan larut dalam kesenangan duniawi.

Saya menyadari harus mengubah kondisi dan situasi jiwa seperti ini. Setelah beberapa tahun terbuai, saya memutuskan untuk berusaha menemukan jatidiri saya kembali dengan menerima Gohonzon.

Namun usaha untuk kembali tidaklah mudah. Selama satu tahun saya sempat mengabaikan Gohonzon yang telah saya terima.

Akibat kesalahan dalam mengambil keputusan tatkala suasana jiwa rendah, maka kesulitan demi kesulitan muncul secara perlahan dalam kehidupan saya. Tantangan yang normalnya bisa saya hadapi menjadi berat karena tidak dapat mengambil keputusan yang bijaksana dan tepat.

Dalam lingkungan kerja, karyawan saya pun menghilang satu per satu, ada yang meninggal karena sakit, dan ada juga yang berhenti bekerja. Adik perempuan yang saya andalkan juga memutuskan untuk kembali melanjutkan kuliahnya di negara lain karena lelah menghadapi sikap saya.

Kemudian yang membuat lebih terpuruk lagi, pelanggan saya pun menjadi sangat berkurang dikarenakan tersedot oleh banyaknya saingan pendatang baru. Untuk pertama kalinya saya benar-benar menghadapi tantangan besar dalam perjalanan karir saya.

Dalam keadaan yang sangat terpuruk, Mama menjadi sosok yang menyinari keluarga kami bagaikan matahari. Saya mengingat saat beliau sedang menyebut daimoku pada pukul 4 pagi mendoakan keselamatan saya sementara saya baru pulang dari club, serta perbincangan kami yang sangat bermakna di suatu minggu pagi sebelum beliau pergi ke pertemuan di kaikan pusat sedangkan saya baru saja pulang entah dari mana.

Semua doa Mama selalu saya rasakan di mana pun saya berada. Akhirnya berkat ketulusan dan doa Mama, saya menyadari bahwa semua kekacauan dalam hidup saya adalah cermin dari kekacauan jiwa saya.

Berkat doa dari Mama dan dorongan semangat anggota seperjuangan di Soka Gakkai, saya pun perlahan bangkit dan mengubah hidup saya dengan hati kepercayaan ini.

Ikeda Sensei mengatakan,

“Kita hidup di zaman tanpa adanya kesempatan untuk inspirasi mendalam dari jiwa ke jiwa. Hiburan kosong hanya membawa kenangan sesaat. Mereka tidak memberikan inspirasi yang mendalam ataupun pertumbuhan bagi hidup seseorang. Sebaliknya, Buddhisme ada untuk memampukan orang-orang mewujudkan pertumbuhan diri dan memperbaiki hidup mereka. Buddhisme selalu berakar pada kenyataan hidup. Buddhisme adalah mata air kearifan untuk membawakan keharmonisan dan kebahagiaan pada keluarga kita, dan juga pada komunitas lokal dan masyarakat pada umumnya.”

 

MISI SEBAGAI BODHSATWA MUNCUL DARI BUMI

Pada masa tersebut, saya pun bertekad untuk mulai melaksanakan gongyo dan daimoku secara rutin dan teratur. Saya pun mulai menyadari misi saya sebagai Bodhisatwa Muncul Dari Bumi yang berjuang untuk kosenrufu di Indonesia dan juga sebagai murid dari Ikeda Sensei. Banyak anggota dan pemimpin pun merangkul saya dengan hangat dan menyegarkan kembali kehidupan saya.

Saya sangat berterima kasih kepada Buddhisme yang luar biasa ini. Perlahan saya dapat merevolusi diri sendiri dan mengubah kehidupan saya. Saya pun dengan penuh semangat berusaha untuk dapat membantu teman-teman lain yang menghadapi tantangan hidup dan pekerjaan. Bersama-sama saling menyemangati.

Seiring waktu, perlahan pekerjaan semakin membaik. Saya pun dapat memimpin bisnis saya kembali dengan lebih arif dan bertanggung jawab, sungguh penuh karunia, dan rasa terima kasih.

Melalui Buddhisme ini saya ingin memberikan bukti nyata kehidupan sehingga bisa berbagi dan memberikan dorongan semangat kepada generasi muda lainnya agar bisa menemukan misi hidup dengan menantang segala kesulitan dan kesesatan dalam hidup dan mengubahnya menjadi cahaya harapan dan pertumbuhan diri kita, seperti kata-kata dalam Gosho Nichiren Daishonin “Mengubah racun menjadi obat”.

Saya akan menutup pengalaman saya dengan mengajak teman-teman generasi muda untuk bisa bangkit dan menang dengan hati kepercayaan ini.

Sekaranglah saatnya untuk mewujudkan perubahan dimulai dari diri kita di saat ini juga! Mari menang di jalan agung Revolusi Manusia!