Menu
Komunitas

Komunitas

Perspektif
Menerangi Tempat Misi Hidup Kita Dengan Cahaya Pusaka Guru dan Murid
Artikel

Bimbingan Presiden SGI Daisaku Ikeda

Diterbitkan oleh Soka Gakkai

 

Jumat, 2 April

Membangun Era Baru

Menerangi Tempat Misi Hidup Kita dengan Cahaya Pusaka Guru dan Murid

Tanggal 2 April, peringatan meninggalnya guru saya Josei Toda Sensei, telah tiba lagi dan diberkahi bunga-bunga sakura nan indah yang sangat beliau cintai. 

Hari ini adalah hari yang dijiwai prasetia guru dan murid. Karena guru dan murid selamanya tak terpisahkan, melampaui kelahiran dan kematian, inilah kesempatan bagi kita untuk memberikan penghormatan kepada Toda Sensei dan memperbarui prasetia kita untuk mewujudkan kosen-rufu dan cita-cita “Menegakkan Ajaran Sesungguhnya Demi Ketenteraman Negeri”.

Guru saya dan saya selalu mengukir kata-kata Nichiren Daishonin ini dalam hati: “Ketika langit cerah, bumi pun terang. Sama halnya, ketika seseorang memahami Sutra Bunga Teratai, dia akan mengerti makna dari semua urusan duniawi” (WND-1, hlm. 376).

Sebagai Bodhisattva Dari Bumi, sudah menjadi misi kita untuk menghadapi tantangan dunia dengan berani dan menerangi kehidupan orang-orang yang sedang hidup susah dan menderita dengan cahaya agung Buddhisme Matahari.

Di sel penjaranya, saat dianiaya karena keyakinan agamanya selama Perang Dunia II, Toda Sensei tersadarkan pada identitas agung dirinya sebagai Bodhisattva Dari Bumi. Setelah perang, beliau bangkit seorang diri, mengatasi semua rintangan dan fungsi iblis, dan membangun jaringan besar orang-orang yang mengabdikan diri untuk mewujudkan kosen-rufu melalui upaya penyebaran ajaran yang welas asih, sama seperti yang diajarkan Daishonin.

Dengan menjadikan keinginan yang dijunjung tinggi Toda Sensei untuk melenyapkan kesengsaraan dan penderitaan dari muka bumi ini sebagai keinginan sendiri, kita menolak untuk mundur satu langkah pun dalam perjuangan kita. Kita berkomitmen secara mutlak untuk membuka jalan besar revolusi manusia sebagai cara untuk mengubah takdir umat manusia.

*

Saya ingin menyampaikan terima kasih yang paling tulus dan mendalam kepada semua dokter, perawat, serta petugas kesehatan lainnya, dan tentu saja semua orang yang bekerja tanpa lelah untuk tujuan mulia menyelamatkan nyawa dan mendukung orang lain di tengah-tengah krisis besar pandemi virus corona.

Saya berdoa semoga filosofi kita yang penuh harapan dan revitalisasi, ajaran “mengubah racun menjadi obat”, akan terus memperkuat jaringan warga global kita yang tak tergoyahkan dan tidak pernah membiarkan apa pun mengalahkan mereka.

Hal yang juga luar biasa meyakinkan adalah melihat generasi muda Soka bangkit untuk menghadapi tantangan yang dihadirkan oleh musuh yang tak kasatmata yaitu virus corona. Generasi muda kita memperlihatkan kearifan dan wawasan yang tajam, ditambah dengan empati dan ketekunan mendalam, saat mereka bersatu secara solid untuk mencipta nilai.

Saya ingin mempersembahkan kepada generasi muda kita kata-kata dari ilmuwan Perancis Louis Pasteur (1822–1895), seorang perintis di bidang mikrobiologi: “Penderitaan yang hebat memunculkan pemikiran yang agung dan perbuatan yang mulia.”

*

Sebuah gedung baru yang luar biasa, Pusat Resepsi Cahaya Pusaka Soka, telah selesai dibangun di Shinanomachi, Tokyo, menempati blok yang sama dengan gedung yang pernah menjadi kantor pusat Soka Gakkai beberapa dekade yang lalu. Dengan rasa terima kasih mendalam kepada semua yang terlibat dalam pembangunannya, saya baru-baru ini mengambil foto gedung baru itu di bawah langit biru yang cerah (pada 24 Maret).

*

Dalam kitab Sutra Bunga Teratai, dewa matahari disebut sebagai “Sinar Permata” (LSOC1, 36), ditulis dengan aksara Tiongkok yang sama dengan “Cahaya Pusaka." Dengan menjelaskan bahwa dewa-dewi pelindung seperti itu—fungsi pelindung alam semesta—pasti akan menjaga orang yang berkeyakinan kuat pada Hukum Nam-myoho-renge-kyo, Daishonin menyatakan: “Gunakan strategi kitab Sutra Teratai sebelum strategi yang lain” (WND-1, hlm. 1001).

Saya berdoa dan menantikan tibanya hari ketika anggota dari seluruh Jepang dan dunia, dengan wajah tersenyum yang berseri-seri dengan sukacita kemenangan, dapat berkumpul di Pusat Resepsi Cahaya Pusaka Soka, “kastil matahari” yang juga simbol karunia kebajikan dan rejeki.

Hari ini sekali lagi, marilah kita dengan berani memancarkan cahaya pusaka guru dan murid—hati raja dari singa yang tak kenal takut—untuk menerangi tempat kita berikrar untuk memenuhi misi kita!

(Diterjemahkan dari Seikyo Shimbun, koran harian Soka Gakkai, edisi 2 April 2020)