Menu
Komunitas

Komunitas

Mengubah Karma Menjadi Misi Meraih Impian

Perkenalkan nama saya Seema Konety, saya sudah mempraktikkan Buddhisme Nichiren yang telah mengubah kehidupan saya sejak 15 tahun terakhir. Setiap tahun saya selalu mendapatkan bukti nyata dan kurnia kebajikan dari praktik Buddhis ini yang  telah membantu mengubah diri saya sehingga menjadi individu yang lebih baik. Pada tahun 2017, saya beruntung bisa mengunjungi Balai Prasetya Agung (Daisedo) di Jepang, untuk menghidupkan kembali tekad saya. Kunjungan tersebut menjadi  perjalanan yang memukau dan tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata untuk menjelaskannya. Salah satu perasaan paling berharga adalah ketika saya dapat mengucapkan terima kasih kepada Ikeda sensei karena telah mengubah hidup saya. Saya sepenuhnya percaya bahwa bagaimana kekuatan satu orang dapat mengubah segala sesuatu dan secara tidak langsung berdampak pada dunia dengan perubahan yang dilakukan. Saya telah bekerja sebagai guru selama 20 tahun. Setelahkunjungan dan  berdoa di 'Balai Prasetya Agung', saya tersadarkan dengan tekad baru. Saya merasa berada di bidang pendidikan selama bertahun-tahun dan memahami bahwa pendidikan adalah senjata yang kuat yang dapat mewujudkan perdamaian, saya merasa penting bagi kitauntuk  memikirkan bagaimana menanamkan prinsip-prinsip Buddhisme Nichiren yang ajarannya universal ke dalam dunia pendidikan. Selama ini, saya menyadari bahwa Jakarta tidak memiliki Sekolah Soka dan saya bertekad untuk entah bagaimana caranya bisa terwujud adaSeema (paling kanan) bersama anggota SGI dalam pameran Kitab Sutra Bunga Teratai--Pesan Perdamaian dan Kerukunan Hidupnya Sekolah Soka di Indonesia.Saya pun mulai berdaimoku  untuk mencapai tujuan ini dengan tekad yang kuat. 

Setiap anggota SGI tentu saja  tidak pernah puas dengan hanya satu kali kunjungan ke 'Balai Prasetya Agung'. Saya yakin setiap anggota SGI ingin menjadikannya kebiasaan untuk mengunjungi secara teratur dan terus menghidupkan kembali sumpahnya untuk Kosen-rufu. Saya sendiri mulai merencanakan kunjungan kedua ke 'Balai Prasetya Agung' secara berturut-turut pada tahun 2018. Selama kunjungan ini, saya disadarkan oleh tekad baru bahwa sekarang saya harus menjadikan  pekerjaan saya untuk berkontribusi lebih banyak pada komunitas dan tempat misi saya berada . Saya ingin bekerja untuk sebuah institusi yang tidak menganggap pendidikan hanyalah sebagai bisnis tetapi juga dapat berkontribusi dalam menciptakan nilai dalam kehidupan seseorang seseorang dan membantu menjadikan dunia ini tempat yang lebih baik. Dengan kata lain, saya merasa bahwa pekerjaan saya harus sejalan dengan filosofi yang dijalankan oleh SGI. Sambil tekad tersebut tertanam dalam hati saya, saya dengan sungguh-sungguh melantunkan Nam-myoho-renge-kyo untuk mencapai tujuan tersebut.

Ketika kita memutuskan untuk bertekad mencapai tujuan di hati kita, hal yang sepertinya tidak mungkin, jalan akan terbuka untuk kita, yang muncul entah bagaimana. Pada tahun 2019, Soka Gakkai Indonesia memiliki kesempatan luar biasa menjadi tuan rumah Pameran Sutra Teratai di Jakarta. Ini adalah kesempatan luar biasa bagi semua anggota untuk menjadi bagian dari pameran dan belajar lebih banyak tentang Buddhisme Nichiren dan seiring dengan waktu praktik Buddhis kita pun akan mengalami kemajuan dan mengubah karma kita. Melalui pameran ini juga memberi kita peluang besar untuk memperkenalkan lebih banyak orang kepada filsafat yang menakjubkan ini. Melalui pameran ini saya juga melihat sebagai peluang besar untuk mengundang kepala sekolah tempat saya mengajar dan mepmperkenalkan kepadanya mengenai Soka Gakkai dan bagaimana Soka Gakkai berfokus pada membangun dunia yang damai dengan memulai hidup berdampingan secara harmonis. Pemeran ini merupakan misi yang sangat besar bagi saya karena kepala sekolah saya pernah diberitahu oleh beberapa orang bahwa SGI adalah kelompok yang memaksakan kepercayaan agama dan memaksa orang lain untuk mulai mempraktikkan agama Buddha. 

Saya ingin dia melihat dan memahami maksud sebenarnya dari organisasi Soka Gakkai dan juga menyadari hal-hal besar yang telah dicapai organisasi ini di seluruh dunia. Saya meletakkan undangan Pameran Sutra Teratai di depan Gohonzon dan melantunkan tekad kuat bahwa saya akan berhasil mengundangnya dan dia bersedia menghadiri upacara pembukaan pameran  Saya ingin mengutip bimbingan Presiden Ikeda, “Doa adalah keberanian untuk bertahan. Ini adalah perjuangan untuk mengatasi kelemahan dan rasa kurang percaya diri pada diri kita sendiri. Dan ini adalah tindakan yang mengukir di dasar jiwa sebagai keyakinan bahwa kita dapat mengubah situasi apapun tanpa gagal. ” Saya berdaimoku dengan penuh keyakinan dan doa saya pun akhirnya dapat terkabulkan. 

Kepala sekolah saya dengan sukarela menghadiri upacara pembukaan Pameran Sutra Lotus yang luar biasa. Dia kagum melihat pencapaian cemerlang Soka Gakkai dan benar-benar terkesan dengan ajaran filsafat yang sebenarnya. Dia sangat senang melihat para generasi muda yang tulus hati dan tekun dalam beraksi. Dia mengatakan bahwa sebagai seorang pendidik sejati, dia selalu ingin murid-muridnya menanamkan prinsip-prinsip yang disampaikan di Pameran Sutra Teratai. Lalu, kemudian ia berterima kasih kepada saya karena mengundangnya ke pameran yang luar biasa.

Saya berterima kasih kepada Gohonzon karena telah memenuhi keinginan saya dan melanjutkan daimoku dengan mengingat tekad saya sebelumnya. Pameran Sutra Teratai berakhir dan sukses besar. Hanya beberapa minggu setelah penutupan pameran, kepala sekolah saya memberitahu saya bahwa dia telah memutuskan untuk memulai kelas-kelas agama di sekolah kami dan dia meminta Soka Gakkau Indonesia untuk dapat mengajarkan Buddhisme Nichiren di sekolah kami dan mengatakan bahwa ia ingin para siswa mempelajari prinsip-prinsip ajaran agama Buddha Nichiren. Kegembiraan luar biasa yang saya rasakan ketika apa yang saya doakan dapat terwujud lagi dan ini adalah kemenangan besar.

Saya mengucapkan terima kasih yang tulus kepada Gohonzon, kepala sekolah dan mentor saya Ikeda Sensei. Sekarang ini sudah lebih dari lima bulan sejak kami mulai mengajar Buddhisme Nichiren di sekolah kami. Hal yang sangat menggembirakan dan  luar biasa ketika melihat para Bodhisattwa muda dengan antusias mempelajari agama Buddha dan menciptakan jalan kemenangan dalam kehidupan mereka.